
Pada tahun 1500, ada seorang kapten laut Portugis bernama Pero de Ataide. Kapten ini kehilangan sebagian armadanya dalam badai di laut lepas Southern Cape, seperti yang diintip detikTravel dari berbagai sumber, Kamis (12/7/2018).
Sebelum kembali ke India, Kapten Ataide menulis pesan dan melaporkan kerusakan yang dialaminya. Ia pun memberi peringatan soal perairan di kawasan tersebut.
Kapten Ataide meninggalkan surat dan sepatu boot di pohon yang jadi sumber mata air para pelaut saat itu. Ia berharap suratnya akan diterima dan dibaca oleh pelaut senegaranya.
Walaupun terbilang lambat, namun surat itu dibaca oleh Joao de Nova, rekan Kapten Ataide. Surat tersebut memang dimaksudkan untuk Nova dan diterima setahun setelahnya.
Setelah kejadian itu, pohon tersebut menjadi kotak pos de facto. Para pelaut akan saling bertukar surat dan menyelipkannya di sepatu bot, pot besi atau di bawah bebatuan.
Saat ini, pohon kotak pos tersebut berumur sekitar 600 tahun. Untuk mengenang jasa pohon tersebut, dibangunlah sebuah patung sepatu boot dan kotak pos dan diberi nama The Post Office Tree.
Tak hanya pelaut, traveler yang ingin mengirimkan surat ke seluruh dunia dengan cap khusus dari bawah pohon ini. Kotak pos ini berada di Kompleks Museum Bartholomeu Dias di Mossel Bay, 384 km dari Cape Town. (bnl/fay)
https://travel.detik.com/read/2018/07/12/181500/4112017/1520/kotak-pos-pertama-di-afrika-selatan-adalah-pohonBagikan Berita Ini
0 Response to "Kotak Pos Pertama di Afrika Selatan Adalah Pohon"
Post a Comment